Abstract:
Nabilla, Aisyah Fitri. 364210897. 2025. “Analisis Risiko Manajemen Pemuatan dan
Perawatan Reefer container di Kapal Penumpang Semi Kontainer KM. Nggapulu”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada proses pemuatan dan
perawatan reefer container di KM. Nggapulu, salah satu kapal penumpang semi kontainer
yang dioperasikan oleh PT PELNI (Persero). Latar belakang penelitian didasarkan pada
temuan di lapangan yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian prosedur kerja dengan
SOP, gangguan suplai listrik, kesalahan penempatan, serta ketidakakuratan pencatatan
suhu yang berdampak pada kualitas muatan dan efisiensi operasional. Penelitian ini
menggunakan pendekatan mixed methods dengan memadukan analisis kualitatif melalui
wawancara mendalam dan observasi langsung, serta analisis kuantitatif melalui
pengukuran probabilitas dan dampak risiko menggunakan kuesioner kepada 31
responden awak kapal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemuatan dan perawatan reefer
container telah mengikuti alur standar, namun masih dihadapkan pada risiko signifikan.
Risiko tertinggi berasal dari aspek sumber daya manusia berupa human error dalam
proses bongkar muat dengan skor 16,64, serta gangguan suplai listrik dengan skor 14,91
yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan pendinginan. Risiko lain yang tergolong
sedang meliputi ketidaksesuaian penempatan kontainer, keterlambatan plug-in,
keterbatasan peralatan pendukung, pencatatan suhu yang tidak konsisten, dan komunikasi
kru yang belum optimal. Analisis risiko menggunakan matriks ISO 31000:2018
mengklasifikasikan seluruh risiko berada pada level sedang hingga tinggi, tanpa adanya
risiko kategori rendah.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi risiko teknis, operasional, dan sumber daya
manusia menunjukkan perlunya perbaikan berkelanjutan melalui penguatan disiplin SOP,
pemeliharaan sistem kelistrikan, digitalisasi monitoring suhu, dan peningkatan
kompetensi kru. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis berupa peningkatan
keandalan sistem pendinginan, efisiensi operasional bongkar muat, pengurangan potensi
kecelakaan kerja, serta peningkatan reputasi layanan kapal. Rekomendasi diarahkan pada
pengembangan sistem monitoring terintegrasi, audit rutin, penambahan titik daya, dan
strategi pengelolaan SDM berbasis kompetensi.