Abstract:
Kelelahan (fatigue) pada anak buah kapal (ABK) merupakan permasalahan serius
dalam industri pelayaran karena berimplikasi langsung terhadap keselamatan pelayaran
dan efektivitas operasional kapal. Tingginya tuntutan kerja, durasi jam kerja yang
melebihi ketentuan, serta ketidakseimbangan antara waktu kerja dan waktu istirahat
masih kerap terjadi, meskipun telah diatur secara tegas dalam Maritime Labour
Convention (MLC) 2006 dan peraturan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor penyebab kelelahan ABK di atas kapal MV. Flora serta
mengkaji dampaknya terhadap keselamatan pelayaran. Fokus utama penelitian diarahkan
pada permasalahan kelebihan jam kerja dan terganggunya rencana kerja harian di kapal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama penugasan di atas kapal,
wawancara dengan awak kapal terkait, serta studi dokumentasi terhadap catatan jam kerja
dan kejadian operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan ABK
dipengaruhi oleh akumulasi jam kerja yang melebihi batas ketentuan, lemahnya
manajemen perencanaan kerja harian, minimnya pemahaman tentang manajemen fatigue,
serta tekanan operasional yang tinggi. Kondisi tersebut terbukti memicu penurunan
konsentrasi, kesalahan prosedural, hingga gangguan kesehatan fisik awak kapal.
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengendalian jam kerja, optimalisasi
rencana kerja berbasis Planned Maintenance System (PMS), serta peningkatan kesadaran
manajemen fatigue merupakan langkah strategis untuk menekan risiko kelelahan dan
meningkatkan keselamatan pelayaran. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji
penerapan sistem manajemen kelelahan secara kuantitatif pada berbagai jenis kapal.