Abstract:
Falaah, Ari Hilal. 364210966. 2025. “Analisis Peran Pengawasan dalam Implementasi
Keselamatan Kerja oleh ABK di MV Vaasaborg”
Yang dilatarbelakangi oleh rendahnya disiplin awak kapal (ABK) dalam menggunakan
alat pelindung diri (Personal Protective Equipment/PPE) saat proses bongkar muat di atas
kapal. Kurangnya pengawasan langsung dari perwira, khususnya Mualim II, serta
rendahnya kesadaran ABK terhadap pentingnya prosedur keselamatan kerja
menyebabkan meningkatnya risiko kecelakaan kerja di atas kapal. Salah satu kasus yang
diamati terjadi di Pelabuhan Almería, Spanyol, ketika salah seorang ABK mengalami luka
akibat serpihan kawat sling crane yang putus saat proses pemuatan pasir. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab belum optimalnya pengawasan
perwira terhadap ABK, serta untuk mengetahui penyebab rendahnya kepatuhan ABK
dalam penggunaan PPE di kapal MV Vaasaborg. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung,
wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh selama praktik laut (Prala) di kapal
MV Vaasaborg milik perusahaan Wagenborg, sedangkan data sekunder diperoleh dari
dokumen perusahaan, seperti Safety Management System Manual, ISM Code, serta
peraturan keselamatan kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan perwira terhadap ABK belum optimal
karena tingginya beban administratif, kurangnya sosialisasi prosedur keselamatan, dan
minimnya evaluasi terhadap penerapan SOP. Selain itu, tingkat disiplin ABK terhadap
penggunaan PPE masih rendah, dipengaruhi oleh faktor kenyamanan, cuaca, serta
lemahnya reinforcement dari perwira. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini
merekomendasikan penguatan toolbox meeting harian yang dipimpin langsung oleh
perwira serta penerapan sistem reward and punishment yang konsisten untuk
meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja. Strategi ini
selaras dengan prinsip Safety Management System (SMS) dan International Safety
Management (ISM) Code yang menekankan budaya keselamatan kerja di atas kapal.