Abstract:
Penelitian ini menganalisis penyebab anchor chain fouling pada MV SAO MASTER saat
berlabuh di Ponta da Madeira, Brasil (22 September–2 Oktober 2023) dan merumuskan
pemecahan yang operasional. Data primer meliputi timeline operasi, rekaman ECDIS
(pola swing tercatat sekitar 13,5 kali dalam 10 hari), serta dokumentasi penanganan teknis
ketika fouling terdeteksi saat heaving di jarak ±8,3 m dari jangkar hingga diperlukan
pemotongan Kenter shackle. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif–
deskriptif melalui observasi, telaah dokumen (log/rekaman), dan wawancara terarah.
Analisis akar masalah dilakukan menggunakan fishbone (5M) serta matriks pengelolaan
risiko.
Hasil menunjukkan dua kelompok penyebab utama: (1) kekurangan pengawasan jangkar
standar jaga belum rinci, anchor circle tidak selalu disetel, dan (2) kurangnya pemahaman
mekanisme anchor chain fouling dan perencanaan pra-berlabuh serta pengenalan gejala
dini, fungsi peralatan (swivel, windlass), serta appraisal arus dan angin yang belum
memadai. Sebagai pemecahan, penelitian merekomendasikan paket: standarisasi anchor
watch berbasis STCW/SOLAS/ISM dipadukan dengan pemanfaatan ECDIS (anchor
circle/guard ring dan bukti digital), edukasi & drill mengenai Anchor Chain Fouling,
appraisal pra-berlabuh dan kebijakan sighting anchor berkala, serta remarking shackle
dan perawatan swivel.
Implementasi diharapkan menurunkan near-miss terkait posisi/lead abnormal,
mempercepat waktu respons alarm ke tindakan, mencegah over-stress peralatan, dan
memperkuat kepatuhan SMS/ISM melalui bukti yang terdokumentasi.
Kata kunci: anchor chain fouling, anchor watch, ECDIS, sighting anchor, fishbone 5M,
STCW/SOLAS/ISM.