Abstract:
Adapun dalam penelitian ini, judul yang dikaji ialah kasus Warm Cargo pada proses
pengapalan muatan cair di atas kapal. Warm Cargo sendiri merupakan kasus dimana muatan
cair yang akan dikapalkan memiliki suhu di atas batas yang telah ditetapkan. Dari kasus ini,
bisa terjadi dampak baik dari kualitas cargo maupun terhadap sengketa antara kapal dengan
penerima muatan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
alasan apa saja yang memunculkan kasus Warm Cargo tersebut, dampaknya terhadap proses
bongkar muat dan kualitas muatan sendiri serta apa langkah penggantian yang paling baik
untuk apa yang telah terjadi sebelumnya.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan
pendekatan studi kasus yang diperoleh dari observasi langsung di kapal, analisis dokumen
yaitu Note of Protest dan wawancara perwira kapal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut,
diketahui bahwa Warm Cargo bisa terjadi dikarenakan ketidak-optimalitasan pada sistem
pendingin/ pemanas kargo, seperti operasi akan meningkatkan suhu yang dapat terjadi jika
suhu tangki tidak dikendalikan dengan benar, dan kurang pengawasan/ pemantauan terhadap
kargonya. Selain itu, dari aspek teknis juga dapat ditemukan dari sisi SDM, seperti kurang
komunikasi dan koordinasi dalam antarcrew, kelalaian/ lalainya dalam memantau suhu, dan
kurang pemahaman terkait prosedur pengendalian dinginnya kargo.
Penulis memberikan saran agar perusahaan dan perwira kapal meningkatkan prosedur
pengecekan suhu sebelum dan selama pelayaran, melakukan kalibrasi rutin terhadap sistem
pemanas atau pendingin, memberikan pelatihan berkala kepada crew mengenai pengendalian
suhu kargo, serta memperkuat komunikasi antara pihak kapal dan terminal untuk memastikan
suhu muatan tetap sesuai standar yang ditentukan.
Kata Kunci: Warm Cargo, Note of Protest, Suhu Muatan, Kualitas Kargo, Crew Kapal