<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>DIV - Teknika</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/72</link>
<description/>
<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 06:48:47 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-10T06:48:47Z</dc:date>
<item>
<title>Analisi efektifitas eca dalam mengurangi emisi sulfur pada MV boyang Alaska di perairan korea selatan</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5543</link>
<description>Analisi efektifitas eca dalam mengurangi emisi sulfur pada MV boyang Alaska di perairan korea selatan
Naufal Rasyid, Aulia
Naufal Rasyid, Aulia.2025.”Analisis Efektifitas ECA dalam menangurangi emisi sulfur&#13;
di Korea Selatan.”&#13;
Industri pelayaran merupakan salah satu penyumbang utama emisi sulfur oksida (SOx)&#13;
yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk mengatasi&#13;
permasalahan tersebut, Korea Selatan memberlakukan Emission Control Area (ECA)&#13;
guna membatasi kadar sulfur bahan bakar kapal hingga maksimum 0,1% m/m.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan ECA dalam&#13;
mengurangi emisi sulfur di wilayah perairan Korea Selatan, serta meninjau faktor-faktor&#13;
yang memengaruhi keberhasilannya.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan&#13;
analisis dokumen, serta didukung observasi langsung selama praktik laut (PRALA) di&#13;
kapal MV Boyang Alaska pada periode Januari 2024–Januari 2025. Data diperoleh dari&#13;
dokumen International Maritime Organization (IMO), Ministry of Oceans and&#13;
Fisheries (MOF), Korea Maritime Institute (KMI), serta laporan kualitas udara Korea&#13;
Environment Corporation (KECO).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ECA di Korea Selatan efektif&#13;
menurunkan konsentrasi SO₂ di pelabuhan utama seperti Busan, Incheon, dan Ulsan&#13;
dengan penurunan mencapai 48–64% sejak regulasi diberlakukan pada tahun 2020.&#13;
Tingkat kepatuhan kapal terhadap penggunaan Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) berada pada&#13;
angka 98,2%, didukung oleh pengawasan Port State Control, ketersediaan infrastruktur&#13;
bunkering LSFO, dan penegakan regulasi yang tegas. Namun demikian, tantangan&#13;
masih ditemukan seperti perbedaan pemahaman teknis awak kapal, tingginya biaya&#13;
LSFO, serta ketidakmerataan distribusi bahan bakar sulfur rendah di beberapa&#13;
pelabuhan.&#13;
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ECA di Korea Selatan berhasil&#13;
mengurangi emisi sulfur secara signifikan dan meningkatkan kualitas udara di wilayah&#13;
pelabuhan. Peningkatan efektivitas kebijakan dapat dicapai melalui penguatan&#13;
infrastruktur LSFO, pelatihan awak kapal, serta pemantauan emisi berbasis digital.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5543</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS KERUSAKAN MESIN PENDINGIN UNTUK MENJAMIN KESTABILAN SUHU KAMAR PENDINGIN MAKANAN PADA KAPAL MV. AMAGI</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5539</link>
<description>ANALISIS KERUSAKAN MESIN PENDINGIN UNTUK MENJAMIN KESTABILAN SUHU KAMAR PENDINGIN MAKANAN PADA KAPAL MV. AMAGI
TRI ATMANEGAR, GIGIH
Atmanegara, Gigih Tri. 2025. “Analisis Kerusakan Mesin Pendingin untuk Menjamin&#13;
Kestabilan Suhu Kamar Pendingin Makanan pada Kapal MV. Amagi.”&#13;
Mesin pendingin merupakan sistem vital di atas kapal yang berfungsi menjaga kualitas&#13;
dan kesegaran bahan makanan selama pelayaran. Berdasarkan hasil penelitian di kapal&#13;
MV. Amagi, ditemukan beberapa permasalahan yang mengganggu kinerja sistem&#13;
pendingin, antara lain kerusakan piston pada kompresor, kebocoran Freon pada jalur pipa&#13;
sebelum katup ekspansi, serta terbentuknya bunga es pada pipa evaporator. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan tersebut serta menentukan langkah&#13;
penanggulangan yang tepat agar sistem pendingin dapat beroperasi secara optimal.&#13;
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data&#13;
melalui observasi langsung di kapal, wawancara dengan kru bagian mesin, serta&#13;
dokumentasi teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan piston disebabkan&#13;
oleh pelumasan yang tidak optimal dan keausan mekanis, kebocoran Freon diakibatkan&#13;
oleh korosi dan sambungan pipa yang longgar, sedangkan bunga es terbentuk karena&#13;
kelembapan udara tinggi dan kerusakan pada filter dryer. Dampak dari permasalahan&#13;
tersebut adalah menurunnya efisiensi pendinginan, meningkatnya beban kerja kompresor,&#13;
dan tidak tercapainya suhu ruang penyimpanan sesuai standar. Upaya perbaikan yang&#13;
direkomendasikan meliputi pergantian piston dan pipa yang rusak, pemeriksaan rutin&#13;
sistem sirkulasi Freon, serta pelaksanaan defrosting dan perawatan preventif secara&#13;
berkala. Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, kestabilan suhu kamar pendingin&#13;
dapat terjaga dan masa pakai mesin pendingin menjadi lebih panjang.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5539</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>optimalisasi perawatan main air compressor guna menunjang kinerja mesin induk di mt arahan</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5538</link>
<description>optimalisasi perawatan main air compressor guna menunjang kinerja mesin induk di mt arahan
wijanarko, dimas
Wijanarko, Dimas. 564211289. " Optimalisasi Perawatan Main Air Compressor&#13;
guna Menunjang Kinerja Mesin Induk di Kapal MT. ARAHAN "&#13;
Permasalahan yang terjadi pada main air compressor di kapal MT. ARAHAN&#13;
adalah menurunnya produksi udara bertekanan yang berdampak langsung terhadap&#13;
kelancaran olah gerak kapal. Kondisi tersebut ditandai dengan meningkatnya waktu&#13;
pengisian udara bertekanan pada botol angin yang semula sekitar ±10 menit&#13;
menjadi 15–20 menit. Penurunan kinerja ini berpotensi mengganggu kesiapan&#13;
sistem udara tekan dalam mendukung pengoperasian mesin induk serta sistem&#13;
permesinan lainnya di kapal.&#13;
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis&#13;
penyebab menurunnya kinerja main air compressor serta merumuskan solusi&#13;
perbaikan yang dapat diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif&#13;
kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, studi&#13;
dokumentasi, dan wawancara dengan personel mesin selama pelaksanaan praktik&#13;
laut. Hasil inspeksi menunjukkan adanya kerusakan komponen berupa ring piston&#13;
yang patah serta ditemukannya endapan karbon pada suction valve dan delivery&#13;
valve di bagian tekanan tinggi (high pressure). Analisis penyebab permasalahan&#13;
dilakukan menggunakan metode fishbone diagram, sedangkan penentuan prioritas&#13;
penyelesaian masalah dilakukan dengan metode USG (Urgency, Seriousness,&#13;
Growth). Faktor utama penyebab penurunan kinerja kompresor meliputi tidak&#13;
optimalnya pelaksanaan perawatan berkala sesuai buku manual, penggunaan suku&#13;
cadang yang tidak orisinil, serta kurangnya familiarisasi petugas jaga terhadap&#13;
prosedur pengecekan kompresor. Solusi yang diusulkan meliputi penyesuaian&#13;
jadwal Planned Maintenance System (PMS) sesuai standar pabrikan, peningkatan&#13;
pelatihan awak kapal, serta penggunaan suku cadang orisinil guna menjaga&#13;
keandalan sistem udara tekan.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5538</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>OPTIMALISASI PERAWATAN BURNER KETEL UAP UNTUK MENUNJANG KELANCARAN PENGOPERASIAN PERMESINAN DI KAPAL MV. SHINSUNG CLEVER</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5536</link>
<description>OPTIMALISASI PERAWATAN BURNER KETEL UAP UNTUK MENUNJANG KELANCARAN PENGOPERASIAN PERMESINAN DI KAPAL MV. SHINSUNG CLEVER
MOSES PARTOGIAN SIJABAT, CHRISTON
Christon Moses Partogian Sijabat, 2025 “Optimalisasi Perawatan Burner Ketel Uap&#13;
untuk Menunjang Kelancaran Pengoperasian Permesinan di Kapal MV. Shinsung Clever”&#13;
Ketel uap bantu (auxiliary boiler) merupakan salah satu peralatan vital di atas kapal yang&#13;
berfungsi sebagai penyedia uap untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional, seperti&#13;
pemanasan bahan bakar, pemanasan ruangan, dan keperluan penunjang lainnya.&#13;
Keandalan pengoperasian ketel uap sangat dipengaruhi oleh kinerja burner sebagai&#13;
komponen utama dalam sistem pembakaran. Permasalahan yang sering terjadi pada&#13;
pengoperasian ketel uap di kapal MV. Shinsung Clever adalah kegagalan pembakaran&#13;
awal burner serta kerusakan pada elektroda, yang berdampak pada penurunan produksi&#13;
uap dan terganggunya kelancaran operasional kapal. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengetahui penyebab terjadinya kegagalan pembakaran awal burner dan kerusakan&#13;
elektroda, serta mengkaji upaya optimalisasi perawatan burner ketel uap guna menunjang&#13;
kelancaran pengoperasian kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode&#13;
deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung selama&#13;
praktik kerja laut di atas kapal, wawancara dengan masinis, serta studi pustaka yang&#13;
relevan dengan sistem ketel uap dan perawatan burner. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa kegagalan pembakaran awal burner dan kerusakan elektroda disebabkan oleh&#13;
beberapa faktor, antara lain kualitas bahan bakar yang kurang baik, penyetelan jarak&#13;
elektroda yang tidak sesuai standar, serta pelaksanaan perawatan yang belum optimal&#13;
sesuai dengan Planned Maintenance System (PMS). Oleh karena itu, penerapan&#13;
perawatan burner secara berkala dan terencana sesuai PMS, disertai pemeriksaan rutin&#13;
terhadap elektroda, tekanan bahan bakar, nozzle, serta sistem bahan bakar, dapat&#13;
meningkatkan kinerja ketel uap. Dengan optimalisasi perawatan tersebut, pengoperasian&#13;
ketel uap dapat berjalan dengan baik sehingga menunjang keselamatan dan kelancaran&#13;
operasional kapal.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5536</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
